Layanan Aduan dan Aspirasi Pelayanan Publik : www.lapor.go.id

Menagih Keadilan Terang dari Pelosok Polewali Mandar


09 Aug 2026   Kegiatan Bidang PMD

Di era ketika digitalisasi dan konektivitas digadang-gadang sebagai tulang punggung masa depan, membicarakan listrik sejatinya bukan lagi membicarakan fasilitas mewah. Listrik adalah hak dasar warga negara, penopang ekonomi, sekaligus motor penggerak keadilan sosial.

Namun, jika kita melayangkan pandangan ke sudut-sudut pedalaman Kabupaten Polewali Mandar (Polman), realita di lapangan masih menyisakan ironi. Di balik predikat Polman sebagai salah satu lumbung ekonomi di Sulawesi Barat, impian menghadirkan "terang yang merata" bagi seluruh warga desa masih menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai.

Wajah Kesenjangan di Balik Gelapnya Desa

Pemerintah dan PLN memang terus menggembar-gemborkan perluasan jaringan program Listrik Desa (Lisdes). Namun, fakta di beberapa kawasan pegunungan dan pelosok—seperti di wilayah Tubbi Taramanu (Tutar), bagian dari Binuang, hingga ke pedalaman Tapango—menunjukkan bahwa aliran listrik belum sepenuhnya dinikmati secara stabil dan merata.

Alasan klasik yang kerap mengemuka adalah keterbatasan akses geografis dan medan yang berat. Jalan rusak serta topografi yang terjal dijadikan pembenaran lambatnya penarikan tiang dan kabel PLN.

Tentu, tantangan alam itu nyata. Namun, menjadikan kondisi geografis sebagai alasan yang dimaklumi berlarut-larut adalah bentuk pengabaian terhadap hak warga pedalaman. Ketiadaan listrik secara langsung memperlebar jurang kesenjangan antara warga di pusat kota Polewali dan masyarakat yang tinggal di ceruk-ceruk desa.

Dampak Nyata: Pendidikan yang Terisolasi dan Ekonomi yang Stagnan

Ketiadaan atau terbatasnya akses listrik tidak hanya berbicara tentang lampu yang padam di malam hari. Dampak sistemiknya jauh lebih merugikan kehidupan warga:

  • Pendidikan yang Tertinggal: Di tengah kurikulum berbasis digital dan ujian yang menuntut perangkat komputer, anak-anak di pedalaman Polman harus berjuang belajar di bawah penerangan seadanya. Tanpa listrik, akses informasi terputus, dan anak-anak desa terancam tertinggal dalam kompetisi global.

  • Ketahanan Ekonomi yang Lumpuh: Polman dibekahi kekayaan alam melimpah—mulai dari kakao, kopi, hingga komoditas holtikultura. Tanpa pasokan listrik yang stabil, potensi industri olahan pascapanen berbasis UMKM di desa mati suri. Hasil tani dijual mentah dengan harga murah karena warga tak memiliki sarana pendingin atau mesin pengolah berdaya listrik.

Saatnya Keluar dari Cara-Cara Lama

Membenahi masalah kelistrikan desa di Polman tidak bisa lagi menggunakan pendekatan bisnis seperti biasa (business as usual). Diperlukan langkah terobosan dan komitmen politik yang nyata dari para pemangku kebijakan:

  1. Sinergi Konkrit Pemkab dan PLN: Pemerintah Kabupaten Polman tidak boleh tinggal diam dan menyerahkan seluruh beban kepada PLN. Pemkab harus memprioritaskan pembukaan dan perbaikan akses jalan menuju desa terisolasi. Ketika jalan memadai, biaya dan kendala logistik pemasangan tiang listrik PLN otomatis dapat ditekan.

  2. Keberanian Mengeksplorasi Energi Terbarukan: Jika penarikan jaringan grid PLN memakan waktu dan biaya terlampau besar, mengapa tidak mengoptimalkan potensi lokal? Polman memiliki potensi sungai dan paparan sinar matahari yang melimpah. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal harus dilirik sebagai solusi mandiri energi bagi desa terpencil.

  3. Jaminan Kualitas, Bukan Sekadar Formalitas: Bagi desa yang sudah teraliri listrik, PLN harus menjamin stabilitas tegangan. Listrik yang sering padam atau voltase yang tidak stabil sama saja dengan melumpuhkan aktivitas warga dan merusak alat-alat elektronik mereka.

Keadilan Terang untuk Semua

Program Listrik Desa di Polewali Mandar bukan sebatas proyek pembangunan fisik atau sekadar mengejar target angka rasio elektrifikasi di atas kertas. Ini adalah panggung pembuktian sejauh mana negara hadir untuk rakyatnya tanpa memandang batas geografis.

Sudah saatnya seluruh pelosok Bumi Mandar menikmati terang yang sama. Karena ketika listrik menyala di pelosok desa, yang hadir bukan sekadar cahaya lampu, melainkan juga harapan baru bagi pendidikan anak bangsa dan denyut nadi ekonomi warga yang lebih berdaya.

Kegiatan Terbaru

Pemeriksaan dan Verifikasi Ijazah Bakal Calon Kepala Desa Pilkades 2026...
25 Aug 2026

Warta Dinas PMDTahapan Pemeriksaan dan Verifikasi Ijasah Bakal Calon Kepala Desa Pilkades Serentak tahun 2026 bertempat di Aula Sirumung Karaya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Polewali Mandar. pada hari pertama ini pemeriksaan ijazah Bakal Calon Kepala Desa dari beberapa kecamatan yaitu kecamatan Binuang, Bulo, Wonomulyo, Mapilli dan Tapango dengan jumlah Bakal Calon sebanyak 76 orang. pemeriksaan Ijazah ini dilakukan oleh dari DInas Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar dan Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar.Dari beberapa Bakal calon ditemukan beberapa dokumen yang perlu dilakukan perbaikan terdapat ketidak sesuaian antara tempat lahir yang terdapat pada dokumen KTP dan Ijazah....

Selengkapnya...
Pemutakhirann Indeks Desa tahun 2026...
24 Aug 2026

Warta Dinas PMDPelaksanaan Pemutakhiran Data Indeks Desa Tahun 2026 ...

Selengkapnya...
Rakor Panitia Kabupate Pilkades Serentak Tahun 2026...
24 Aug 2026

Warta Dinas PMDDinas Pemberdayaan Masyarakat Desa menyelenggarakan Rapat Koordinasi Panitia Kabupaten Pilkades Serentak Tahun 2026 bertempat Aula Sipamandaq BAPPERIDA Kabupaten Polewali Mandar...

Selengkapnya...

Kategori

  • 42
  • 14
  • 6
  • 40
  • 7
  • 0